Rabu, 07 Desember 2011

Lomba mewarnai gambar

Ribuan Anak Mengikuti Lomba Mewarnai Gambar

Kota Magelang – Ribuan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) se Kota Magelang ikut meramaikan lomba mewarnai gambar yang digelar pada puncak Hari Kesehatan Nasional ke-47 di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kamis (1/12).

Selain siswa TK, juga diikuti siswa SD/MI kelas 1-3. Antusias orang tua untuk mendaftar si buah hati tampak terlihat di acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Magelang tersebut. Bahkan, tak sedikit para peserta yang mengikuti lomba di luar gedung.
“Kami sedikit kewalahan,  banyak sekali peserta yang mendaftar. Tapi kita merasa puas, ini melebihi target yang direncanakan,” kata Sony Suharto, koordinator pelaksana lomba.
Mayoritas peserta, kata Sony, rata-rata berusia 5 tahun, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk ikut lomba mewarnai yang bertemakan pola hidup bersih dan sehat tersebut. Diantara para peserta, juga terlihat beberapa orang tua yang ikut mendampinginya.
Selain lomba mewarnai, juga ditampilkan beberapa kesenian tradisional dari sekolah serta SKPD di lingkungan pemkot. Antara lain, topeng ireng, jatilan, kluntung, rebana serta opera. “Pentas seni tradisional dan lomba mewarnai tersebut, sebagai media promosi kesehatan,” ujar Sony.
Beberapa stand kerajinan dan makanan khas Kota Magelang juga iktu berpartisipasi di bazar yang difasilitasi pemkot.
Ayu, salah satu orang tua peserta lomba merasa sangat senang gelaran seperti ini. Dirinya mengaku, kalau anaknya memang sangat gemar dan hobi mengikuti lomba mewarnai dan melukis. Meski belum pernah juara, namun semangat putranya perlu diacungi jempol. “Anak saya sudah puluhan kali ikut lomba seperti ini,” tutur perempuan yang juga seorang pengusaha butik di Kota Magelang.
Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo S.Sos saat membuka acara tersebut berharap adanya acara tersebut bisa menanamkan anak-anak dan masyarakat untuk mencintai perilaku hidup bersih dan sehat, cinta budaya daerah, cinta serta bangga atas hasil karya sendiri.
“Kreasi dan inovasi anak-anak dan masyarakat perlu dihargai. Begitu juga dengan kesenian tradisional maupun hasil produk lokal,” katanya. Humas_Git

makanan khas kota magelang

Gethuk, Makanan Khas Magelang yang Nikmat dan Menggoda

Kota Magelang adalah sebuah kota yang penuh dengan berbagai kekayaan budaya dan kulinernya yang sudah terkenal hampir di seluruh di Indonesia. Salah satu kuliner khasnya adalah ‘gethuk’. Hampir semua orang pasti mengenal makanan ini. Tampilannya sangat menggoda. Biasanya gethuk berwarna coklat, hijau (pandan), merah muda, dan kombinasi putih dan coklat. Ada juga gethuk yang dibuat bulat – bulat hanya dengan campuran gethuk asli dan gula jawa, yang teksturnya lebih kasar daripada gethuk yang lain. Gethuk biasanya disajikan dengan parutan kelapa di atasnya, sehingga menambah cita rasa gurih. Rasanya yang sangat lezat membuat ketagihan orang yang memakannya.

Di setiap sudut Kota Magelang selalu ada pusat oleh – oleh yang di dalamnya pasti menjual gethuk. Tak heran jika Kota Magelang dijuluki sebagai Kota Gethuk. Ya, memang Magelang adalah satu wilayah yang mempunyai kebun singkong terluas. Dimana singkong merupakan bahan dasar pembuatan gethuk. Sehingga gethuk menjadi makanan khas Kota Magelang dan Magelang menjadi sentra pembuatan gethuk.
Gethuk di Magelang terasa berbeda dibanding gethuk yang lain, meskipun bahan dasarnya sama. Bahan – bahan pembuatan gethuk antara lain singkong yang sudah dikukus, gula pasir halus, margarine, vanili, dan bubuk coklat. Bahan – bahannya sangat sederhana bukan?
Langkah pertama membuatnya adalah menghaluskan singkong kukus, lalu dimasukkan ke dalam food processor dan ditambahkan gula, margarin, serta vanili. Setelah itu campuran digiling hingga tercampur rata. Langkah selanjutnya dalam membuat gethuk adalah membagi adonan menjadi dua bagian. Bagian yang pertama dibiarkan putih, sedangkan yang satunya dicampur dengan bubuk coklat. Kemudian adonan yang putih digiling tipis sekitar 3 mm, begitu juga adonan yang coklat. Berikutnya, adonan yang putih diletakkan di lapisan pertama, lalu ditumpuk dengan adonan coklat. Setelah itu, adonan tersebut ditekan sedikit sambil digulung dan dipadatkan. Untuk membuat gethuk yang berwarna hijau dan merah muda, cukup ditambahkan pewama secukupnya. alami maupun buatan tergantung pembuatnya. Untuk mendapatkan kualitas gethuk yang benar – benar bagus, setelah langkah terakhir, gethuk didiamkan sejenak baru setelah itu, gethuk dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
Itu merupakan langkah terakhir pembuatan gethuk. Setelah itu, gethuk sudah bisa disajikan dengan taburan parutan kelapa di atasnya. Taburan parutan kelapa di atasnya membuat cita rasa gethuk lebih bevariasi. Kombinasi rasa manis dan gurih sangat merangsang lidah dan membuat ketagihan orang yang mencobanya. Teksturnyapun lembut dan halus, sehinggar memungkinkan semua usia dapat mengkonsumsi makanan ini.
Harga makanan ini sangat bersahabat, mulai clan Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,00. tergantung porsi yang diminta. Porsi kecil, sedang, dan besar. Itu sebabnya, semua kalangan dapat menikmati gethuk.
Tidak banyak orang yang mengetahui asal – usul pembuatan gethuk di Magelang, tetapi kabarnya gethuk yang paling enak adalah gethuk yang dibuat oleh Mbah Ali Gondhok, sekitar tahun 1940-an. Kabar kenikmatan gethuk tersebut sudah tersebar sampai ke luar Kota Magelang. Setelah Mbah Ali meninggal, usaha pembuatan gethuk diteruskan oleh anak, cucu, bahkan sampai cicit-cicitnya.
Sekarang di Magelang telah banyak merek – merek gethuk terkenal. Namun, berbagai macam merek gethuk tersebut, adalah asli khas Kota Magelang. Masalah gethuk terenak saat ini, tergantung lidah masing – masing pengkonsumsinya. Apapun bentuknya, gethuk tetap menjadi makanan khas Kota Magelang yang mempunyai cita rasa tersendiri, yang mencerminkan kesederhanaan Kota Magelang yang selalu memukau setiap orang.