Ribuan Anak Mengikuti Lomba Mewarnai Gambar
Kota Magelang – Ribuan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) se Kota Magelang
ikut meramaikan lomba mewarnai gambar yang digelar pada puncak Hari
Kesehatan Nasional ke-47 di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kamis (1/12).
Selain siswa TK, juga diikuti siswa SD/MI kelas 1-3. Antusias orang
tua untuk mendaftar si buah hati tampak terlihat di acara yang
diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Magelang tersebut. Bahkan, tak sedikit para peserta yang mengikuti lomba di luar gedung.“Kami sedikit kewalahan, banyak sekali peserta yang mendaftar. Tapi kita merasa puas, ini melebihi target yang direncanakan,” kata Sony Suharto, koordinator pelaksana lomba.
Mayoritas peserta, kata Sony, rata-rata berusia 5 tahun, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk ikut lomba mewarnai yang bertemakan pola hidup bersih dan sehat tersebut. Diantara para peserta, juga terlihat beberapa orang tua yang ikut mendampinginya.
Selain lomba mewarnai, juga ditampilkan beberapa kesenian tradisional dari sekolah serta SKPD di lingkungan pemkot. Antara lain, topeng ireng, jatilan, kluntung, rebana serta opera. “Pentas seni tradisional dan lomba mewarnai tersebut, sebagai media promosi kesehatan,” ujar Sony.
Beberapa stand kerajinan dan makanan khas Kota Magelang juga iktu berpartisipasi di bazar yang difasilitasi pemkot.
Ayu, salah satu orang tua peserta lomba merasa sangat senang gelaran seperti ini. Dirinya mengaku, kalau anaknya memang sangat gemar dan hobi mengikuti lomba mewarnai dan melukis. Meski belum pernah juara, namun semangat putranya perlu diacungi jempol. “Anak saya sudah puluhan kali ikut lomba seperti ini,” tutur perempuan yang juga seorang pengusaha butik di Kota Magelang.
Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo S.Sos saat membuka acara tersebut berharap adanya acara tersebut bisa menanamkan anak-anak dan masyarakat untuk mencintai perilaku hidup bersih dan sehat, cinta budaya daerah, cinta serta bangga atas hasil karya sendiri.
“Kreasi dan inovasi anak-anak dan masyarakat perlu dihargai. Begitu juga dengan kesenian tradisional maupun hasil produk lokal,” katanya. Humas_Git
Tidak ada komentar:
Posting Komentar